Categories
Cara Mengatur Gaji Bulanan

Ini Cara Mengatur Uang yang Paling Bijak!

cara-mengatur-gaji-bulanan
Cara Mengatur Gaji Bulanan

Makan di restoran mahal sampai belanja barang yang diinginkan pasti sangatlah menyenangkan. Tapi jika kamu melakukannya terus menerus, jangan terkejut kalau kamu harus kerja terus-terusan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, inilah pentingnya kamu untuk mengetahui apa saja sih faktor yang menyebabkan manajemen keuangan kamu amburadul padahal gaji sudah 9 digit. Setelah mengetahui penyebabnya, baru deh mulai menata keuangan kamu lagi pelan-pelan.

Ingin tahu bagaimana caranya? Yuk, simak ulasannya di bawah ini:

Melunasi semua utang

Apa kamu tau kalau batas aman utang itu yaitu 30 persen dari penghasilan. Kalau sudah lebih dari itu, dijamin keuangan kamu akan berantakan.

Sayangnya banyak orang yang gagal di tengah jalan dan ujung-ujungnya malah menambah hutang karena tak tahan dengan godaan gaya hidup. Kalau kondisinya seperti itu terus mah siap-siap aja kamu akan terus terjerumus dengan lingkaran utang yang menyesatkan.

Karena itu, kamu harus siap mental menahan diri untuk tidak berhutang hanya demi memuaskan kesenangan sesaat. Kalau hutang sudah lunas atau lebih ringan, baru deh beli baju atau makan di restoran favorit kamu. Tapi ingat, jangan berlebihan apalagi sampai berhutang lagi.  

Membagi penghasilan ke tiga pos pengeluaran?

Sebenarnya ada cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengelola keuangan dengan menerapkan teori 50/20/30 yang dipopulerkan oleh pakar keuangan Elizabeth Warren.

Mudah kok, Warren hanya menyarankan agar kamu membagi penghasilan ke tiga pos pengeluaran, seperti:

  • 50 persen untuk kebutuhan bulanan termasuk cicilan dan asuransi.
  • 20 persen wajib banget dialihkan ke tabungan dan investasi.
  • 30 persen untuk kebutuhan gaya hidup, seperti nongkrong di kafe hingga belanja.

Lalu, bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalau kamu harus mengalihkan pengeluaran gaya hidup sebesar 20 persen ke pos kebutuhan bulanan untuk menutupi beban utang. Berikut rinciannya:

  • 70 persen dari Rp 12 juta, yaitu Rp 8,4 juta untuk kebutuhan bulanan.
  • 20 persen dari Rp 12 juta, yaitu Rp 2,4 juta untuk tabungan dan investasi.
  • 10 persen dari Rp 12 juta, yaitu Rp 1,2 juta untuk kebutuhan gaya hidup.

Dari jumlah Rp 8,4 juta untuk kebutuhan bulanan. Berarti kamu masih ada sisa uang sebesar Rp 4,1 juta yang bisa kamu gunakan untuk ongkos ke kantor, membeli kebutuhan bulanan hingga membayar asuransi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *